Kedua orang MC yang terus memperhatikan member-member Keyakizaka46 di acara reguler mereka “Keyakitte, Kakenai?” yang dimulai segera setelah mereka terbentuk, Tsuchida Teruyuki dan Sawabe Yuu akan melihat kembali Keyakizaka46 di tahun 2017!

– Tahun ini, manakah segmen yang paling membekas di ingatan kalian?

Sawabe: Segmen “Ayo menata siapa yang disukai di antara member!” (episode 78) itu lucu sekali, ya. Kami awalnya sama sekali tidak tahu bagaimana hubungan antara member, di tengah acara ada member yang menangis, aku merasa itu sangat gila (tertawa).

Tsuchida: Shida yang pertama kali menangis, ya. Lalu Ozeki menangis, Kobayashi juga… “Ngapain kamu nangis?!”, aku jadi spontan berkata begitu.

Sawabe: Aku merasa seperti sedang melihat acara “Terrace House” atau “Ainori”. Di grup lain juga ada semacam diagram hubungan antara sesama member, tapi tidak ada grup yang mengungkapnya sampai seperti itu.

Tsuchida: Lalu, segmen “Cerita Seram” juga nggak jelas (episode 93). Sugai yang jadi giliran pertama malah tertawa sendiri sejak awal, Saito Kyoko juga terus tertawa, benar-benar psikopat.

Sawabe: Jika ada seorang member yang menonjol di segmen tertentu, kita jadi bisa memahami bagaimana kepribadiannya, ya.

– Adakah member yang kesan kalian terhadapnya berubah?

Sawabe: Kesanku berubah terhadap member baris terdepan yang baru: Ishimori, Ozeki, dan Habu (episode 99).

Tsuchida: Itu betul. Kira-kira sejak musim panas, Habu benar-benar menunjukkan tekadnya.

Sawabe: Di festival olahraga (episode 103-105), kami mengejek Keyakizaka sebagai “Bibi-bibi PTA”, sebenarnya Habu diam-diam bilang begini, “Aku sering sakit pinggang, jadi mohon ejek aku”. Kami mendapat informasi berbau “bibi-bibi” dari orangnya langsung (tertawa).

(ket: PTA = Parent-Teacher Association)

Tsuchida: Ishimori dan Ozeki ingin menjadi karakter yang seperti Kobayashi, dan ketika mereka mencoba diam sepertinya, mereka malah nggak muncul di layar TV, aku juga sampai terkejut saat mengetahuinya. Aku sampai berkata, “Itu bukan bagian kalian tahu!”. (tertawa)

Sawabe: Berdasarkan pandangan kami, mereka sebenarnya paham bahwa karakter itu tidak cocok untuk mereka, tapi pasti ada semacam pergolakan batin di dalam diri mereka sendiri, ya.

Tsuchida: Tahun lalu, kepribadian mereka tidak menonjol seperti sekarang, walaupun mereka ingin menjadi karakter yang elegan seperti kakaknya Nogizaka, menurutku pasti pada awalnya sangat sulit menerima diri sendiri yang ternyata berbeda dari yang hal yang diidamkan selama ini. Ishimori juga mengatakan, “Akhirnya aku terbiasa dengan karakter bodohku”. Menurutku tahun 2017 adalah tahun dimana mereka akhirnya menerima karakter mereka masing-masing.

Sawabe: Pasti sulit, ya. Kami yang komedian pun pada awalnya ingin sekali menjadi seperti Downtown-san, tapi kami tidak bisa menjadi seperti itu.

Tsuchida: Tidak ada komedian yang sejak awal ingin menjadi seperti Dachou Kurabu. Ueshima Ryuuhei bahkan sampai sekarang masih berkata, “Sebenarnya aku ingin menjadi MC” (tertawa). Kalau berbicara tentang menunjukkan kepribadian, Nagasawa-kun juga pada awalnya terasa biasa-biasa saja, tapi sekarang dia sudah paham bahwa dia harus merespon balik ketika dia sedang diejek. Lalu, “Oda Nana yang sedang dalam kesulitan”, dia selalu merespon balik semua hal tanpa menunjukkan wajah yang tidak suka, tapi saat kami memintanya berakting sebagai ular, dia berkata “Aku nggak paham maksudnya!”.

Sawabe: Ah, itu ya, ternyata kita terlalu bergantung pada Oda (tertawa).

– Tahun ini Hiragana juga sering muncul, ya?

Tsuchida: Dulu aku pernah tampil bersama dengan berbagai macam idola, tapi secara mengejutkan Kanji Keyakizaka46 sama sekali tidak berbicara (tertawa). Dibandingkan mereka, Hiragana adalah idola yang klasik. Dengan member-member tertua seperti Kato dan Sasaki sebagai pusatnya, Iguchi yang polos, Mei-chan yang pendiam, lalu Kyoko dengan kelucuannya yang bisa membuat kita terbahak-bahak, mereka benar-benar berjuang keras, supaya mereka bisa tampil di depan untuk menunjukkan kebolehannya, menurutku ada baiknya mereka punya acara mereka sendiri.

Sawabe: Apalagi tanpa kehadiran Neru, tekad mereka untuk berjuang pasti lebih kuat, ya. Lalu, generasi kedua juga sangat pemberani.

Tsuchida: Menurutku mereka pasti bisa berjuang keras di segmen apapun. Sebaliknya, hal tersebut mungkin terhubung dengan kelucuan Kanji Keyakizaka46 yang terasa tidak menargetkan apapun.

– Kalian juga sempat datang menonton tur musim panas mereka. Apakah kalian merasa bahwa mereka memperlihatkan aura yang berbeda dibandingkan saat di studio?

Sawabe: Aura mereka benar-benar berbeda dibandingkan saat di studio, setelah selesai menonton, aku jadi merasa gugup saat menyapa mereka di belakang panggung.

Tsuchida: Yah, karena itu adalah pekerjaan utama mereka. Mereka sama sekali tidak berubah saat bertemu dengan kami, aku sama sekali tidak merasakan adanya jarak di antara kami. Dibandingkan dengan konser di Ariake dulu, tarian dan ekspresi mereka mengalami peningkatan, kupikir mereka sudah berjuang keras.

– Bolehkah saya mendengar harapan kalian kepada mereka di tahun depan?

Tsuchida: Aku tidak mengharapkan apa-apa (tertawa). Acara ini bukan acara yang bertujuan untuk melakukan sesuatu yang lucu, aku ingin mereka menganggap acara ini seperti acara “Tetsuko no Heya”. “Keyakake” adalah acara bincang-bincang. Jadi, tidak perlu berusaha keras untuk melakukan sesuatu yang lucu, aku berharap mereka bisa bersikap seperti biasanya.

Sawabe: Jika mereka bisa datang dengan antusias tiap minggu, itu sudah cukup.

Tsuchida: Betul, karena acara ini adalah hometown mereka.

– Menurutku kata-kata itu akan membuat mereka senang.

Tsuchida: Ah apa iya (tertawa). Karena mereka sibuk, kalau mereka bisa berpikir seperti itu, mereka akan bisa melalui tahun-tahun yang akan datang. Ketika keseimbangan grup berubah karena adanya kelulusan member dan pergantian posisi, apakah mereka bisa melewatinya atau tidak, ujian semacam itu baru akan mereka hadapi di masa depan. Bahkan di saat seperti itu, kuharap mereka tetap bisa bersenang-senang.

 

PICKUP 1:
Segmen “Ayo menata siapa yang disukai di antara member!” mengungkap hubungan rumit di antara member (episode 78). Di akhir tayangan yang entah bagaimana penuh dengan air mata ini, Yonetani berkata “Ada berbagai hal yang salah dengan grup ini!”

PICKUP 2:
Di segmen “Cerita Seram”, Sugai terus tertawa dan tidak bisa melanjutkan ceritanya. Di kesempatannya yang kedua, dia akhirnya bisa bercerita sampai di tengah cerita, tapi tiba-tiba dia mengatakan suatu kata yang begitu familiar sebelum akhirnya dia kembali gagal.

PICKUP 3:
Di episode kemunculan pertama Hiragana gen 2 (episode 101), terjadi duel antara Watanabe Miho yang berpengalaman bermain basket selama 10 tahun dan Sawabe yang juga sama berpengalamannya. Watanabe terus memprovokasi Sawabe sebelum duel dimulai. Duel dalam takdir ini kembali terjadi di festival olahraga setelahnya.

==============================================

(RAW : toomuchidea; TL : hunter934)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter