[TERJEMAHAN] Tsukikawa Sho Interview (BRODY February 2020)

 

 

 

Permintaan saya adalah “Tolong buat sebuah mahakarya”

 

Tema kali ini adalah “Lagu-Lagu Keyakizaka46”. Aku berpikir untuk secara khusus bertanya kepada anda tentang “Kado wo Magaru”.

 

Tsukikawa: Mohon bantuannya.

 

Jika membaca buku kecil khusus dari film Hibiki, di bagian dimana anda berbincang dengan Hirate-san, Sutradara Tsukikawa adalah orang yang menyarankan “Ayo buat lagu penutup (untuk film)”, yang akhirnya membuahkan lagu “Kado wo Magaru”.

 

Tsukikawa: Ya, itu benar. Awalnya aku berpikir bahwa kita bisa menggunakan beberapa musik instrumental sebagai akhir film, namun aku ingin membuatnya lebih sarat rasa. Lalu, aku bertanya kepada Hirate-san,”Apakah kamu ingin bernyanyi?”. Awalnya dia enggan, mengatakan “…Jika Direktur mengatakan demikian, aku akan bernyanyi. Tapi tolong jangan menggunakannya jika anda tidak berpikir bahwa itu bagus.”

 

Jadi dia meminta anda untuk tidak menahan diri, sekaligus menilainya ketika sudah selesai.

 

Tsukikawa: Kami memutuskan untuk melakukannya dengan syarat kami harus mendengarkannya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk digunakan atau tidak. Kemudian aku harus meminta kepada Akimoto-san lirik seperti apa yang aku ingin dia tulis, jadi aku berdiskusi dengan penulis asli Hibiki, Yanamoto Mitsuharu. Kemudian kami memutuskan untuk meminta “sebuah mahakarya”.

 

Itu jawaban yang cukup berat (tertawa).

 

Tsukikawa: Kami meminta Akimoto-san untuk membuat mahakarya yang akan dinyanyikan oleh Hirate Yurina di akhir Heisei, seperti halnya lagu “Kawa no Nagare no You ni” yang dinyanyikan oleh Misora Hibari di akhir Showa.

 

Apa kesan pertama anda tentang “Kado wa Magaru”?

 

Tsukikawa: Aku mendengarkannya di kereta dan menangis disana. Entah bagaimana, rasanya seperti mendengarkan teriakan hati seseorang. Terutama ketika aku mendengar bagian lirik “Maaf aku tidak akan pernah bisa menjadi orang yang kamu harapkan”. Aku berpikir bahwa ini adalah lagu yang sangat luar biasa. Aku segera mengontak manajer dan berkata “Aku ingin menggunakan ini sebagai lagu penutup”.

 

Saya berpikir bahwa lirik lagu itu berkaitan dengan garis besar film, tetapi bagi Direktur Tsukikawa sendiri, apakah anda mendengarnya seolah-olah Akui Hibiki yang bernyanyi? Atau apakah anda mendengar Hirate Yurina yang bernyanyi?

 

Tsukikawa: Kupikir itu dinyanyikan oleh keduanya. Ketika pertama kali aku bertemu dengannya, dia memiliki aura yang luar biasa. Seolah-olah dia menjauhkan dirinya dari orang-orang di sekitarnya. Aku berpikir, “Aku tidak bisa menatap langsung matanya”. Tapi terkadang ketika kita saling memandang satu sama lain, rasanya seperti gadis berusia 17 tahun itu melihat kedalam diriku yang berusia 36 tahun ini, dan aku berpikir bahwa “Aku tidak boleh lengah”. Tapi itu sebelum kami memulai syuting film. Ketika kita berada di lokasi, ada perasaan nyaman yang membuat aku bertanya-tanya apakah ini adalah dirinya yang sebenarnya, dan aku ingin tahu “Siapakah dirinya sekarang, Hirate-san atau Hibiki?”. Ketika aku tidak tahu perbedaan antara karakter peran dan orang yang sebenarnya, aku mendengarkan “Kado wo Magaru”, dan itu terdengar seperti Hirate-san dan Hibiki menyanyikannya bersama-sama.

 

Setelah syuting film, ada cerita bahwa Hirate-san berkonsultasi kepada Akimoto-sensei dengan berkata “Aku ingin mengubah namaku menjadi Akui Hibiki”.

 

Tsukikawa: Ya. Aku pikir itu karena sebanyak itulah kesamaan Hibiki dengannya. Itu sebabnya ada bagian yang dinyanyikannya dengan perasaan sebagai Hibiki.

 

 

Apakah itu “Tidak apa-apa”, atau “Maafkan aku”

 

Bagaimana saat itu diputuskan bahwa anda yang akan menyutradarai MV-nya?

 

Tsukikawa: Bahkan setelah syuting film selesai, terkadang kami mengadakan “Perkumpulan Hibiki”, yaitu acara makan malam bersama dengan  staf, Hirate-san, Kitagawa Keiko dan orang-orang terkait lainnya. Suatu hari, pada acara itu, aku ditanya “Apakah anda ingin membuat MV untuk Kado wo Magaru?”. Pada awalnya, aku tidak tahu harus menjawab apa.

 

Karena itu awalnya adalah lagu yang dibuat sebagai lagu penutup untuk filmnya.

 

Tsukikawa: Baik aku maupun Hirate-san setuju bahwa “Kado wa Magaru” hanya bagian dari film. Itu sebabnya tak ada klaim seperti “Lagu temanya dinyanyikan oleh Hirate Yurina”. Tapi saya tertarik pada Nazca-san yang menciptakan lagu itu. Kami awalnya memutuskan bahwa “Lagu ini hanyalah bagian dari film”. Namun ketika kamu memikirkan orang-orang yang membuat lagu, mereka mungkin memiliki perasaan “Biarkan itu bersaing juga sebagai lagu solo”. Aku memikirkan hal itu sepanjang waktu. Ketika mereka menanyakan terkait MV kepadaku, aku memutuskan untuk menerimanya. Awalnya aku menyarankan pola cerita yang berbeda (untuk MV-nya). Tapi sepertinya janggal jika menambahka cerita lain selain Hibiki. Kemudian dari hasil merevisi rencana berkali-kali, akhirnya diputuskan bahwa, “Ayo kita buat MV yang menyampaikan pesan melalui ekspresi tubuh”.

 

Bagaimana anda menjelaskan secara singkat tentang pesan yang disampaikan dalam MV?

 

Tsukikawa: “Sebuah pertempuran kepribadian”. Pada awalnya, hanya ada seorang gadis polos yang suka menari, namun perlahan mereka mulai mendapatkan perhatian dunia. Semakin banyak orang yang ingin melihat penampilannya, sampai akhirnya gadis itu mulai melupakan kesenangan yang sebelumnya ia rasakan saat menari ketika ia mencoba menarikan sesuatu yang akan diterima orang-orang. Akibatnya, dia merasa terluka dan kehilangan jati dirinya. Pada akhirnya, dia memiliki pertanyaan dalam dirinya sendiri “Seperti apakah kepribadianku sebenarnya?”

 

Saya paham. Selanjutnya, bisakah anda menceritakan adegan per adegannya?

 

Tsukikawa: Pertama, adegan itu dimulai dengan ia menari di panggung teater. Ini menunjukkan saat dimana sang protogonis masih menari dengan polosnya. Kemudian tiba-tiba, dia mulai menari dengan putus asa dan mencoba untuk mengakhirinya. Namun orang-orang berpakaian hitam yang tak dikenal muncul untuk menghentikannya. Lalu sekali lagi dia kembali ke panggung. Disana, dia menderita.

 

Ada orang-orang berpakaian hitam yang mengangkat tubuh Hirate-san di awal adegan, dan ada juga orang-orang berpakaian hitam yang duduk di lorong.

 

Tsukikawa: Para penonton memiliki banyak hal untuk disampaikan. Ada yang memuja protagonis, ada orang-orang yang memproyeksikan diri mereka padanya, ada juga yang berusaha mengganggunya. Mungkin mereka mencoba membantunya, tapi dia juga menyingkirkan mereka dan memilih untuk melanjutkan sendiri. Kemudian, pada menit pertama (dari MV), ada tiga orang berbaju hitam yang menggelengkan kepalanya, kan? Itu untuk mengekspresikan situasi dimana dia sedang dimanipulasi. Mencoba untuk menyesuaikan diri membuatnya merasa lebih menderita.

 

Pada menit 1:30, dia bergerak seperti pendulum sambil memegang lehernya.

 

Tsukikawa: Dia menari-nari, tapi dia menari dengan lemah sembari berpikir “Aku harus menjadi orang yang bisa diterima semua orang”. Kemudian pada menit 1:58, orang-orang berjubah hitam yang mengelilinginya beberapa saat lalu terlihat menciptakan kerumunan lain di sekitar seseorang yang baru. Ini menunjukkan bahwa minat para penonton yang bergeser ke tempat lain.

 

“Minat orang-orang dapat dengan mudahnya berubah”

 

Tsukikawa: Kemudian dia menjadi lelah, baik secara mental maupun fisik, dan akhirnya mengeluarkan diri dari orang-orang berjubah hitam, lalu menjadi sendirian.

 

Ketika dia berpikir, “Aku sendirian sekarang”, perjalanannya menjadi sebuah jalan buntu. Hirate-san kemudian menggoyangkan kepalan tangannya dan memecahkan cermin didepannya.

 

Tsukikawa: Pada akhirnya saya ingin mengatakan “Semuanya ada didalam cermin”. Segala yang terjadi sampai saat itu hanyalah bayangan virtual. Itu sebabnya aku membuat pergerakan kamera yang seolah melewati cermin. Menghancurkan cermin itu menyebabkan munculnya ruangan yang berbeda. Setelah itu dia keluar dari dunia virtual itu dan menunjukkan bahwa dirinya sedang menghadapi sifat aslinya.

 

Eh, apa maksud anda?

 

Tsukikawa: Apa yang telah kita lihat sejauh ini hanyalah persona publiknya. Itu sebabnya semuanya hanyalah bayangan virtual. Sang protagonis yang awalnya sedang menari dengan gembira tanpa memikirkan apapun itu memecahkan cermin, kemudian akhirnya menghadapi esensi sejati dari dirinya, dan berhasil meraih “Kepribadian dirinya”.

 

Saat syuting MV, apa yang anda bicarakan dengan CRE8BOY’s Akimoto Rui-san (秋元類), yang bertanggung-jawab sebagai koreografi?

 

Tsukikawa: Aku mengatakan bahwa aku tidak ingin tarian itu menjadi sesuatu yang dapat dimengerti, tetapi tarian yang memberikan imajinasi berbeda seperti “bagian ini memiliki arti ini” atau “Tidak, saya tidak berpikir begitu”. Aku bilang padanya kalau aku ingin itu menjadi tarian yang bisa membuatmu membayangkan berbagai macam hal.

 

Tentu saja ada banyak pendapat yang saling bertentangan dari mereka yang telah menonton MV. Jadi setiap orang boleh memiliki interpretasi yang berbeda?

 

Tsukikawa: Ya. Ada banyak interpretasi yang membuat saya berpikir “Uwa~ Jadi ada interpretasi semacam ini juga!”, Ada juga yang berpikir bahwa itu mengekspresikan seorang anak yang tumbuh menjadi orang dewasa, dan kupikir itu memang terlihat seperti itu. Sangat menyenangkan membaca komentar semacam itu.

 

Hirate-san mengatakan sesuatu di adegan terakhir, bukan? Dalam adegan itu, ada banyak pendapat berbeda tentang apa yang ia katakan.

 

Tsukikawa: Itu improvisasinya sendiri. Hirate-san adalah tipe orang yang mengatakan “Aku ingin mencobanya lagi” jika dia tidak puas, tidak peduli betapa sulitnya. Sebenarnya, tubuh Hirate-san telah mencapai batasnya karena dia telah mengulangi syutingnya berkali-kali. Apapun yang akan dia katakan, aku telah berencana memaksanya untuk berhenti. Kemudian di pengambilan terakhir, tiba-tiba dia mengatakan sesuatu. Selesai syuting, aku bertanya “Apa yang kamu katakan saat itu?”. Lalu Hirate-san berkata, “Aku tidak mengingatnya”. Jadi aku bertanya kepada manajernya. Kata mereka “Dia (Hirate) mengatakan bahwa Direktur tau jawabannya”. Tapi aku merasa seperti, “Aku juga tidak tahu!” (tertawa)… Tapi, ada sebuah kata yang koreografer telah tanamkan pada Hirate-san sebelumnya.

 

Kata apa itu?

 

Tsukikawa: Mereka mengatakan kepadanya “Tidak apa-apa” berkali-kali. Itulah mengapa aku berpikir bahwa kata terakhir Hirate adalah kata yang terdengar positif seperti “Tidak apa-apa”. Tetapi, ada banyak orang yang berpikir itu adalah “Maafkan saya” (tertawa).

 

Ya, itu betul.

 

Tsukikawa: Tetapi orang yang mengatakannya sendiri pun tidak tahu.

 

Saya rasa kebenarannya ada di dalam kegelapan?

 

Tsukikawa: Ada juga hari-hari dimana itu terlihat seperti “Maafkan aku” bagiku. Mungkin, jauh di lubuk hatiku, aku berpikir itu adalah “Maafkan saya”. Tetapi sebagai sebuah karya, aku mengerjakannya dengan maksud untuk membuatnya menjadi sesuatu yang positif.

 

Tolong beritahu kami tentang maksud editing anda. Biasanya judul lagu muncul di awal MV, lalu nama pemeran di bagian akhir. Namun dalam karya ini, keduanya terbalik.

 

Tsukikawa: Bagian akhirnya bertujuan untuk membayangkan masa depan yang akan selanjutnya, karena ini bukan titik akhir. Bahkan dalam film, itu berakhir dengan adegan mobil patroli yang terdapat Hibiki di dalamnya, benar-benar merubah perspektif, kan? Dia telah berhasil melewati satu tahapan. Dengan cara yang sama, kedua cerita dalam MV maupun kehidupannya, akan tetap berlanjut. Aku ingin orang-orang membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan, dan akhirnya aku meletakkan judulnya di akhir.

 

 

Dia telah melewati satu tahapan sebagaimana mestinya, kemana dia akan pergi setelah ini?

 

Seperti apa suasana waktu syuting?

 

Tsukikawa: Hirate adalah seorang yang acuh tak acuh, jadi tergantung suasana hatinya. Bahkan jika aku mengatakan OK (di MV), dia akan mengatakan, “Tidak, saya dapat melakukannya lebih baik lagi”. Ini tidak terjadi saat syuting film. Ketika aku berkata OK, kami akan melanjutkan ke bagian berikutnya.

 

Jadi kali ini malah kebalikannya.

 

Tsukikawa: Pada saat syuting film, dari awal hingga akhir, rasanya seperti dia telah memutuskan untuk hidup sebagai Hibiki. Itulah mengapa meskipun dia berakting dengan orang-orang seperti Kitagawa Keiko-san dan Oguri Shun-san, akting Hirate tidak terguncang sama sekali. Karena dia hidup sebagai Hibiki, mungkin ada titik dimana itu terlihat cukup baik. Tapi, ketika dia berdiri di depan kamera sebagai Hirate Yurina… dia tidak akan berhenti. Di MV, ada bagian dimana lututnya membentur lantai. Dia mengerahkan begitu banyak tenaga hingga lututnya bengkak. Kecuali kalau seseorang secara paksa menghentikannya, dia akan berkata “Aku masih bisa melakukannya”. Aku bertanya-tanya apakah dia berencana tetap melakukannya hingga dia sakit. Perasaannya tentang “Ini belum usaha 100% saya” itu sangat luar biasa. Yang paling meninggalkan kesan terbesar adalah adegan dimana dia tersenyum di akhir, dimana manajernya menangis ketika melihatnya. Mereka berkata, “Sudah lama sejak saya melihat ekspresi itu”. Itu adalah sesuatu yang natural, namun juga merupakan ekspresi pamungkas. Sangat menakjubkan bagaimana dia menyetir sendiri hingga dia menunjukannya. Membuatmu bertanya-tanya apa yang akan terjadi padanya setelah ini. Apa yang dia paksakan kepada dirinya sendiri itu terlalu besar… Omong-omong, aku pergi menonton konser mereka di Tokyo Dome tempo hari.

 

Dimana Hirate menampilkan “Kado wo Magaru” saat encore, kan?

 

Tsukikawa: Aku merasa fokus Hirate mulai meruncing sejak lagu “Hiraishin”. Aku juga merasakan ledakan kekuatan ekspresi dalam “Ambivalent” dan “Fukyouwaon”. Aku telah mengetahui sebelumnya bahwa dia akan membawakan “Kado wo Magaru” di encore, jadi aku berpikir “Bisakah dia beralih dari sana (Ambivalent dan Fukyouwaon)?”. Ternyata dia berhasil melakukannya, dan itu benar-benar membekas dalam hatiku.  Kupikir penampilan itu dilakukan dengan sangat baik. Dia telah berhasil melewati rintangan itu sebagaimana mestinya.

 

Apakah anda merasakan perubahan Hirate-san melalui film Hibiki dan MV “Kado wo Magaru”?

 

Tsukikawa: Gambaran dirinya sebagai “Orang yang hanya melakukan hal-hal yang dapat ia terima” tidak berubah sama sekali. Dan juga, kurasa Hirate-san merasa lebih mudah untuk menjalani hidup setelah syuting film Hibiki. Setelah syuting adegan terakhir, tampaknya dia tidak ingin melepaskan kostumnya dan menangis, “Aku masih ingin menjadi Hibiki”. Mendengar itu… aku senang dia bertemu dengan Hibiki. Kami sungguh tidak membayangkan selanjutnya  kemana dia akan beranjak setelah ini.

 

 

 

Artikel Bahasa Inggris : Wetriedsubbing

Eng translation: toomuchidea

QC Eng: krymsun00

RAW: Shirobear

 

Indo translation: Jessy_Chrystin

QC Indo: mistelswift

 

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter